Tampilkan postingan dengan label Perluasan Lapangan Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perluasan Lapangan Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 April 2011
BIDANG PERLUASAN LAPANGAN PEKERJAAN
Dalam program 100 hari, TKI bermasalah dilakukan pemulangan secara bertahap. Kebanyakan mereka dipulangkan karena paspor melebihi batas izin tinggal (over stay) di negara penempatan, sehingga pemerintah harus berunding dengan pihak imigrasi negara setempat agar sebisa mungkin TKI tidak dikenakan biaya penalti.
Selain itu. di antara mereka juga banyak yang terkait masalah hukum sehingga perwakilan RI harus segera menyelesaikan masalahnya sebelum dipulangkan. Sebanyak 2.79X orang berhasil dipulangkan melalui program bersama antardepartemen dan pemda
Setelah mereka dipulangkan, pemerintah menyiapkan tiga program pemberdayaan yang diharapkan dapat membantu mereka.
Pertama, bagi mereka yang berminat bekerja di luar negeri lagi akan diprioritaskan untuk segera berangkat. Tapi harus melalui prosedur legal dan ketentuan yang ditetapkan, sehingga pengalaman buruk yang dialami sebelumnya menjadikan mereka lebih hati-hati dan sadar, hanya dengan cara legal-lah akan memperoleh martabat sebagai pekerja migran.
Program kedua, bagi mereka yang tinggal di desa dapat mengikuti program sektoral yang disebut Program Desa Produktif. Sudah ada 1000 desa yang dirancang menjadi desa percontohan dalam bidang pemberdayaan kelompok masyarakat rentan, khususnya perempuan. Proguin pemberdayaan tersebut ditargetkan bisa menyerap 600 000 orang trnaga kerja produktif pada tahun ini.
Untuk Program pemberdayaan kelompok urban termasuk di dalamnya mantan TKI bermasalah yang tinggal di perkotaan Bagi mereka disediakan Program Wirausaha Mandiri dengan tujuan bisa memperkuat sektor Informal, sebagai jaring sosial dan lapisan penghubung pasar ekonomi. Dengan suntikan modal dari pemerinlah, sektor informal nn diharapkan bisa menjalankan usaha dan pengelolanya dengan lebih baik. Pemerintah juga, memberikan pelatihan secara gratis untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usahanya
Ternak Kambing Etawa
Kambing Etawa atau di Indonesia dikenal dengan kambing PE (Peranakan Etawa) memiliki tempat tersendiri di kalangan Peternak. Selain hasil utama daging kambing sebagaimana ternak kambing lain, beternak Kambing Etawa memiliki hasil sampingan lainnya. Hasil sampingan lain kambing Etawa adalah Susu Kambing Etawa, Kotoran Kambing Etawa yang digunakan sebagai pupuk kandang, Urine Kambing Etawa yang juga bisa dijadikan pupuk kandang yang sangat bagus bagi tanaman. Saat ini pertanian organik sedang menjadi alternatif dan sedang diminati banyak orang, sehingga hasil sampingan usaha Ternak Kambing Etawa ini semakin memiliki peluang usaha yang potensial bagi sebuah usaha.
Kambing Etawa dapat dijadikan sebagai Kambing susu selain sapi sebagai penghasil susu. Susu Kambing Etawa juga dianggap memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi konon mendekati kualitas Asi, sehingga banyak diminati. Susu kambing Etawa konon dapat dijadikan sebagai obat berbagai macam penyakit, sehingga konsumen susu kambing etawa selain orang sehat adalah orang sakit. Wajar bila kemudian harga susu kambing etawa cukup mahal
Pada analisa ternak Kambing Etawa ini akan diabaikan hasil anakan Kambing Etawa berkualitas super. Dalam kelahiran anak Kambing Etawa terkadang diperoleh anakan Kambing Etawa yang memiliki Kualitas super. Harga Kambing Etawa berkualitas super ini memiliki harga yang tidak terbatas. Biasanya peminat akan bersedia membayar berapapun untuk jenis ini. Kambing Etawa berkualitas super biasanya dijadikan klangenan dan dilombakan dalam berbagai kejuaraan. Jika dalam ternak kambing etawa diperoleh kualitas super maka itu adalah bonus bagi anda. Meski demikian dalam beberapa kelahiran mungkin hanya satu kali diperoleh anakan kambing etawa berkualitas super.
Waktu Pemeliharaan, Potensi dan Resiko Kematian
Dalam Analisa ini masa pemeliharaan Kambing Etawa selama dua tahun atau 24 bulan. Dalam masa 24 bulan ini diasumsikan seekor induk Kambing Etawa beranak sebanyak 3 kali. Masa ini adalah masa bunting 5 bulan dan masa menyusui 3 bulan. Setiap kelahiran anak Kambing Etawa dihitung rata-rata 2 ekor. Meski kadang Kambing Etawa bisa melahirkan anak 1 ekor atau 3 ekor. Angka kematian untuk Ternak Kambing Etawa diambil perkiraan rata-rata adalah 10%.
Langganan:
Postingan (Atom)